Advanced
Search
Fase Gejala Menuju Perceraian

Fase Gejala Menuju Perceraian

  • May 1, 2021
  • 0 Likes
  • 205 Views
  • 0 Comments

GriyaAgiaBrilliance –  perceraian tidak muncul dengan tiba tiba ada gejala gejala yang mendahuluinya. kenali gejalanya lalu memperbaikinya sebelum pernikahan anda berahir. dan tentu anda tidak menginginkannya bukan?

1. Fase Breakdown
fase ini adalah fase anda kecewa dengan hubungan anda. entah pasangan anda yang sudah tidak seperti yang anda harapkan. anda mulai menyindir perilaku pasangan anda.

2. Fase Intrapsychic
dari kekecewaan yang terus menerus anda mulai memperhatikan perilaku pasangan anda, terutama yang menurut anda tidak sesuai dan mulai mengkritik perilaku pasangan anda. pertengkaran sering terjadi meributkan hal hal sepele lalu menyerang pasangan atau memendam rasa jengkel. anda sudah mulai berfikir mencari kenyamanan dengan orang lain. perselingkuhan biasa terjadi di fase ini.

3. fase Dyadic
fase ini pertengkaran anda semakin hebat, masing masing sudah tidak memperdulikan lagi perasaan pasangannya dalam pertengkaran anda selalu ingin menang anda menolak semua penjelasan pasangan anda atau sebaliknya tidak ada pertengkaran sama sekali namun anda sudah tidak mempedulikan lagi perilaku pasangan anda. anda sibuk dengan kesenangan anda sendiri selain dengan pasangan.

4. Fase Sosial
anda mulai menjelekkan perilaku pasangan anda si social media, atau dengan teman dengan maksud menunjukkan keburukan pasangan anda bukannya mencari solusi.

5. Fase Grave Dressing
anda mendatangi KUA dan mulai mengajukan perceraian
(Robert S Feldman)

komunikasi antar pasangan mutlak diperlukan jika anda ingin mempertahankan dan mengembalikan kebahagiaan keluarga anda. mengutarakan apa yang dirasa dan apa yang dipikirkan tanpa menyerang perilaku pasangan juga mendengar keluhan dengan empati dari pasangan tanpa membela diri atau menyalahkan pasangan adalah langkah pertama yang perlu anda lakukan. jika masalah semakin rumit datangi pihak ketiga untuk mencari jalan keluar.

Keluarga yang bahagia bukan keluarga yang tanpa konflik, namun keluarga yang mampu selalu bertumbuh diantara konflik yang dihadapi.

  • Share:

Leave Your Comment